Jombang, Hari Santri 2019Pengurus Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Jombang terus berupaya mengurangi jumlah warganya yang mengalami buta aksara. Fatayat NU Jombang mengadakan pelatihan keterampilan menulis, membaca, dan menghitung di Desa Mlaras Kecamatan Sumobito, Jombang, Jumat (7/10).
Hal ini menjadi salah satu tujuan utama dalam kegiatan keaksaraan fungsional (KF) yang digelar Fatayat NU Jombang di Desa Mlaras.
| Langkah Fatayat NU Jombang Berantas Warga Buta Aksara (Sumber Gambar : Nu Online) |
Langkah Fatayat NU Jombang Berantas Warga Buta Aksara
"Adapun yang disampaikan adalah pembelajaran keterampilan menulis, membaca, dan berhitung," kata Ketua Fatayat Jombang Hj Ema Umiyatul Chusna saat membuka kegiatan tersebut.Hari Santri 2019
Menurut Ning Ema, pelatihan keaksaraan yang diikuti oleh puluhan warga itu memiliki kelebihan tersendiri jika dibandingkan dengan pelatihan keaksaraan pada umumnya. Nilai lebih itu terletak pada penambahan materi keagamaan di tengah-tengah acara. Selain diajarkan berhitung, mereka juga diajarkan membaca Al-Quran dan memperdalam beberapa ilmu agama."Keaksaraan fungsional kita punya nilai lebih karena ada mengajinya, pembelajaran ilmu-ilmu agama, terutama ilmu tentang fiqih," ujarnya.
Hari Santri 2019
Di waktu yang sama setelah program keaksaraan fungsional selesai, Ning Ema dan warga binaan Fatayat memberangkatkan 100 TPQ Lansia setempat dalam rangka peringati tahun baru Islam, 1 Muharram 1438 H. (Syamsul Arifin/Alhafiz K)Dari Nu Online: nu.or.id
Hari Santri 2019 AlaSantri Hari Santri 2019
