Bandung, Hari Santri 2019. Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) perlu gerakan kebudayaan sebagai salah satu pilar mengembangkan kaderisasi dan gerakan. Selama ini visi perjuangan masih dengan strategi advokasi dan gerakan jalanan. Padahal gerakan kebudayaan bernilai strategis jangka panjang.
Menurut Ketua PKC PMII Jawa Barat, Edi Rusyandi, praktik kaderisasi dan gerakan yang dibangun PMII selama ini belum memberikan ruang apresiasi berdimensi kebudayaan dalam menginternalisasi nilai-nilai oraganisasi kepada kader-kadernya.
| PMII Perlu Membangun Strategi Kebudayaan (Sumber Gambar : Nu Online) |
PMII Perlu Membangun Strategi Kebudayaan
Hal itu diungkapkan Edi pada pembukaan “Serambi Sastera Pesantren dan Wisata Kampung Santri” yang diselenggarakan Pengurus Komisariat PMII STAI Darul Falah Kabupaten Bandung Barat di Pondok Pesantren Banuraja Batujajar Kabupaten Bandung Barat (29/03).Hari Santri 2019
“Dalam momentum jelang Harlah ke 53 ini, alangkah baiknya PMII untuk membangkitkan spirit kebudayaan sebagai pilar kaderisasi dan gerakannya. Agar hidup pergerakan lebih hidup lagi,” katanya melalui press realeas yang disampaikan melalui surat elektronik kepada Hari Santri 2019, pada Selasa, (2/4).Hari Santri 2019
Lebih jauh Edi mengatakan, dalam konteks benturan ideologi yang berlangsung saat ini, spirit keislaman dan kebangsaan PMII dapat menjadi alternatif gerakan.Sementara itu ketua pelaksana kegiatan, Masturi Fajrin menyampaikan bahwa kegiatan tersebut diselenggarakan atas dukungan penuh PKC PMII Jawa Barat sebagai salah satu mata rangkaian menyambut Harlah ke-53 PMII. Di samping itu menghidupkan PMII di Kabupaten Bandung Barat yang baru dipekarkan.
Penulis: Abdullah Alawi
Dari Nu Online: nu.or.id
Hari Santri 2019 PonPes Hari Santri 2019
