Jakarta, Hari Santri 2019. Jaringan Gusdurian Indonesia mengecam tindakan aparat keamanan yang membubarkan secara paksa aksi? massa? puluhan ibu yang menolak pendirian pabrik semen di Rembang, Kamis kemarin. Apalagi tindakan pembubaran tersebut disertai aksi kekerasan dan perampasan terhadap alat aksi.
| Gusdurian Kecam Pembubaran Paksa Demo Pabrik Semen Rembang (Sumber Gambar : Nu Online) |
Gusdurian Kecam Pembubaran Paksa Demo Pabrik Semen Rembang
Komunitas penerus dan pengembang perjuangan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ini menuntut pengusutan tuntas terhadap pelaku kekerasan dan menindaknya sesuai hukum yang berlaku.“Kami juga mengimbau aparat keamanan dan para pihak untuk mengedepankan dialog dalam mencari penyelesaian masalah konflik di Rembang,” kata Alissa Wahid, Koordinator Sekretariat Nasional Jaringan Gusdurian Indonesia dalam rilisnya, Jumat (28/11) malam.
Hari Santri 2019
Menurut dia, aksi massa yang dilakukan para ibu petani di Rembang ini merupakan rangkaian aksi panjang selama berbulan-bulan. Mereka menuntut agar PT Semen Indonesia? menghentikan aktvitas pembangunan pabrik hingga ada putusan peradilan tetap atas gugatan warga di PTUN Semarang.Hari Santri 2019
Sebelumnya Komnas HAM juga mengeluarkan rekomendasi agar? aktivitas pembangunan pabrik di Kecamatan Gunem dihentikan sampai ada putusan pengadilan berkekuatan hukum tetap. Namun ternyata aktivitas pembangunan pabrik tetap terus dilakukan, hal inilah yang membuat para ibu petani di Rembang tersebut terus melakukan aksi massa.Jaringan Gusdurian juga meminnta Gubernur Jawa Tengah dan Bupati Rembang agar memerintahkan kepada PT Semen Indonesia untuk menghentikan aktivitas pembangunan? Pabrik Semen sampai ada keputusan hukum tetap atas gugatan warga di PTUN. (Mahbib Khoiron)
Dari Nu Online: nu.or.id
Hari Santri 2019 Berita, Ubudiyah Hari Santri 2019
