Sabtu, 03 Desember 2016

Tiga Momentum Kepahlawanan Kiai As’ad Syamsul Arifin

Jember, Hari Santri 2019. Tokoh NU sekaligus pejuang kemerdekaan asal Situbondo, Jawa Timur, KHR. As’ad Syamsul Arifin dipastikan mendapat gelar pahlawan nasional. Kabar tersebut mengemuka di tengah persiapan perhelatan mengenang sejarah perjuangan salah seorang pendiri NU tersebut, yang dikemas dalam “Napak Tilas Nasional 2016, Sejarah Perjuangan Pengusiran Penjajah Jepang di Curah Damar”.

Copy Surat Keputusan (SK) Presiden Republik Indonesia mengenai pemberian gelar bagi Kiai As’ad diunggah di WA grup PCNU Jember oleh pengurus LP Maarif NU yang juga familinya, Robith Qashidi. Dalam? SK tertanggal 3 November 2016 dan diteken oleh Presiden Joko Widodo tersebut? disebutkan penganugerahan gelar pahlawan nasional bagi Kiai As’ad? sebagai penghargaan dan penghormatan yang tinggi atas jasa-jasanya yang luar biasa yang semasa hidupnya pernah memimpin dan melakukan perjuangan bersenjata atau perjuangan politik atau perjuangan dalam bidang lain untuk? mencapai, merebut, memperthankan dan mengisi kemerdekaan serta mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa.

Tiga Momentum Kepahlawanan Kiai As’ad Syamsul Arifin (Sumber Gambar : Nu Online)
Tiga Momentum Kepahlawanan Kiai As’ad Syamsul Arifin (Sumber Gambar : Nu Online)

Tiga Momentum Kepahlawanan Kiai As’ad Syamsul Arifin

Sekretaris Napak Tilas Nasional 2016, H. Misbahus Salam membenarkan perihal penganugerahan gelar pahlawan nasional bagi pendiri Pondok Pesantren Salafiyah-Syafi’iyah, Asembagus, Situbondo tersebut.

Menurutnya, Kiai As’ad memang berhak dan sangat layak merengkuh gelar tersebut. Dikatakannaya, paling tidak ada 3 momentum peran dan perjuangan? Kiai As’ad yang sangat menonjol semasa hidupnya. Yaitu kegigihannya mengusir penjajah, keberaniannya melawan PKI dan keistiqamahannya mempertahankan khittah NU. “Ketiga peran itu, sangat signifikan bagi perjalanan bangsa Indonesia,” tukasnya kepada Hari Santri 2019 di Jember, Selasa (8/11).

Hari Santri 2019

Wakil Ketua PCNU Jember tersebut memaparkan betapa gigihnya Kiai As’ad saat berperang melawan penjajah. Ia menjadi pemimpin para pejuang, baik di Jember maupun Bondowoso dan sebagainya. Begitupun saat Indonesia dirongrong oleh PKI, Kiai As’ad tampil di depan, dan habis-habisan melawan pengikut partai yang berbasis sosialis itu.

Hari Santri 2019

“Sedangkan mengenai khittah NU, Kiai As’ad bersama Kiai Ahmad Shiddiq mengawal tegaknya khittah, dan dari situ warga NU dipersatukan,” lanjutnya. (Aryudi A. Razaq/Abdullah Alawi)



Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Humor Islam Hari Santri 2019

Hari Santri 2019 - Hari Santri Nasional. Tiga Momentum Kepahlawanan Kiai As’ad Syamsul Arifin di Hari Santri 2019 - Hari Santri Nasional ini merupakan bukan asli tulisan admin, oleh karena itu cek link sumber.

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Hari Santri 2019 - Hari Santri Nasional sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Hari Santri 2019 - Hari Santri Nasional. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Hari Santri 2019 - Hari Santri Nasional dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock