Selasa, 27 Januari 2015

Ansor Jakarta Timur: Jangan Reduksi Makna Jihad

Jakarta, Hari Santri 2019

Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Jakarta Timur mengecam keras aksi teror di sekitar Gedung Sarinah, Jalan MH Thamrin, Jakarta, kemarin dan meminta aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas pelaku teror tersebut.

Ansor Jakarta Timur: Jangan Reduksi Makna Jihad (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Jakarta Timur: Jangan Reduksi Makna Jihad (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Jakarta Timur: Jangan Reduksi Makna Jihad

“Kami juga meminta? agar masyarakat tetap tenang dan mempercayakan kepada penegak hukum untuk menuntaskan kasus ini, serta tidak terpancing dengan isu-isu tidak bertanggungjawab yang tersebar melalui media sosial,” kata M Imaduddin, Sekretaris PC GP Ansor Jaktim, dalam siaran pers, Kamis (14/1).

Menurut alumni Pesantren Lirboyo ini, aksi teror tidak ada kaitannya dengan ajaran agama manapun, terutama agama Islam. Sejarah masuknya Islam ke Indonesia adalah dengan cara yang santun, damai, dan berakhlakul karimah. Itulah karakter ajaran Ahlussunnah wal Jama’ah yang dibawa Wali Songo dan para penyebar Islam lainnya di Nusantara.

Hari Santri 2019

Imad, sapaan akrabnya, menilai aksi teror seperti bom bunuh diri dan tindakan barbar lain yang mengatasnamakan agama bersumber dari pemahaman agama yang dangkal dan tektualis. Kelompok ini memahami dalil agama apa adanya sehingga melahirkan pemahaman yang rigid dan kaku.

“Ayat-ayat jihad dipahami sempit sehingga makna jihad direduksi hanya pada makna qital. Padahal, jihad dalam perpektif fiqih memiliki pemahaman yang luas. Segala upaya untuk menyejahterakan masyarakat termasuk bagian dari jihad, demikian salah satu definisi jihad dalam kitab Fathul Muin, salah satu kitab fiqih Aswaja muktabar yang dipelajari di pesantren,” tuturnya.

Hari Santri 2019

Oleh karena itu, tambah pria yang juga Wakil Sekretaris Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, berangkat dari kasus Sarinah ini, ke depan pemerintah harus lebih pro aktif dalam dalam sosialisasi deradikalisme.

“Radikalisme agama muaranya adalah berasal dari pemahaman agama yang sempit, oleh karena itu pemerintah mesti menggandeng NU dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang Islam yang santun dan toleran. Sebab dalam perjalanan bangsa ini terbukti sumbangsihnya dan komitmennya untuk NKRI. NU tak pernah memisahkan antara nasionalisme dan agama. Bagi NU keduanya ibarat dua sisi mata uang yang tak bisa dipisahkan,” tambahnya lagi. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Sejarah, Pahlawan Hari Santri 2019

Hari Santri 2019 - Hari Santri Nasional. Ansor Jakarta Timur: Jangan Reduksi Makna Jihad di Hari Santri 2019 - Hari Santri Nasional ini merupakan bukan asli tulisan admin, oleh karena itu cek link sumber.

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Hari Santri 2019 - Hari Santri Nasional sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Hari Santri 2019 - Hari Santri Nasional. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Hari Santri 2019 - Hari Santri Nasional dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock