Jumat, 11 April 2014

Lesbumi Angkat Kembali Wayang Sebagai Pusaka Kemanusiaan Dunia

Jakarta, Hari Santri 2019. Nahdlatul Ulama (NU) melalui Lembaga Seniman dan Budayawan Muslimin Nahdlatul Ulama (Lesbumi) menggelar peringatan 11 tahun pengukuhan wayang sebagai Adikarya Pusaka Kemanusiaan Dunia oleh Lembaga Kebudayaan PBB (UNESCO).

Kegiatan diluncurkan di sela acara Musyawarah nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama atau Munas dan Konbes NU di Jakarta, 1-2 November 2014. Selanjutnya kegiatan akan dipusatkan di Kompleks Pesantren Kaliopak Piyungan, Yogyakarta, selama sebulan, 1 November – 6 Desember 2014.

Lesbumi Angkat Kembali Wayang Sebagai Pusaka Kemanusiaan Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)
Lesbumi Angkat Kembali Wayang Sebagai Pusaka Kemanusiaan Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)

Lesbumi Angkat Kembali Wayang Sebagai Pusaka Kemanusiaan Dunia

Demikian disampaikan Wakil Ketua Pengurus Pusat Lesbumi? yang juga ketua panitia pengarah kegiatan M. Jadul Maula disela pembukaan Munas-Konbes NU di halaman kantor PBNU Jakarta, Sabtu (1/11).

Hari Santri 2019

Rangkaian acara peringatan dilaksanakan atas bantuan dana dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI dan dukungan-dukungan lain dari berbagai lembaga, individu dan komunitas budaya yang peduli, dan secara khusus didukung oleh pucuk pimpinan NU yakni Rais Aam PBNU KH A. Mustofa Bisri (Gus Mus).

“Peringatan Pengukuhan Wayang sebagai Pusaka Dunia akan dipusatkan di Pesantren Kaliopak Yogyakarta, dimulai dengan Diskusi Pendahuluan “Epos Mahabharata, Lakon-Lakon Wayang Jawa dan Cultural Studies,” kata Jadul Maula. Kegiatan dilaksanakan pada 10 November bersama Ki Herman Sinung Janutama (Spiritualis Jawa di Yogyakarta), Dr. St. Sunardi (Dosen IRB, Univ Sanata Dharma Yogyakarta), dan Dr. Holland C. Taylor (Spiritualis dan Ahli Sastra Jerman dari Harvard University USA).

Hari Santri 2019

Kegiatan dilanjutkan dengan Seminar Nasional “Wayang dan Krisis Manusia Nusantara” bersama Prof. Dr. Sri Heddy Ahimsa Putra (UGM), Dr. Sindhunata SJ. (Majalah Basis), M. Jadul Maula (Pesantren Kaliopak) pada 17 November. Rais Aam PBNU KH Musthofa Bisri dijadwalkan menyampaikan pidato iftitah dalam seminar ini.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan hingga 6 Desember berturut-turut mulai dari kegiatan Belajar Bersama “Pesantren, Wayang, dan Jatidiri Bangsa”, Pameran Bentuk-bentuk dan Komik Wayang, Lomba Mewarnai dan Dongeng Wayang, Wayang Edukatif, Pentas Seni Tradisi dan Modern, dan Pagelaran Wayang Kulit.

Pagelaran Wayang Kulit diselenggarakan pada 6 Desember sebagai puncak acara, sekaligus penutup kegiatan pameran dan rangkaian event publik lainnya, akan digelar wayang kulit semalam suntuk, dengan lakon “Ilange Pusaka Jamus Kalimasadha” dengan dalang Ki Gondo Suharno, demikian Jadul Maula. (A. Khoirul Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Ulama, Internasional Hari Santri 2019

Hari Santri 2019 - Hari Santri Nasional. Lesbumi Angkat Kembali Wayang Sebagai Pusaka Kemanusiaan Dunia di Hari Santri 2019 - Hari Santri Nasional ini merupakan bukan asli tulisan admin, oleh karena itu cek link sumber.

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Hari Santri 2019 - Hari Santri Nasional sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Hari Santri 2019 - Hari Santri Nasional. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Hari Santri 2019 - Hari Santri Nasional dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock