Jumat, 18 Oktober 2013

Dari TPA Hingga Dirikan Madrasah Tanpa Bebani Santri dan Wali Murid

Tantangan mengembangkan Pondok Pesantren yang mengamalkan ajaran Aswaja an-Nahdliyah dengan ciri khas al-Qur’an di tengah-tengah masyarakat abangan dan non-NU tentunya membutuhkan tenaga dan pikiran ekstra.

Pondok Pesantren Nurul Qur’an (PPNQ) yang terletak di sebuah dusun bernama Teter, Kecamatan Simo, Kabupaten Boyolali Jawa Tengah ini berawal dari dari TPA (Tempat Pendidikan Al-Qur’an) pada tahun 1990-an. Pada tahun 1990-an, Pondok Pesantren ini terkenal dengan sebutan PAIT yang memiliki kepanjangan dari Pendidikan Al-Qur’an dan Islam Teter.

Dari TPA Hingga Dirikan Madrasah Tanpa Bebani Santri dan Wali Murid (Sumber Gambar : Nu Online)
Dari TPA Hingga Dirikan Madrasah Tanpa Bebani Santri dan Wali Murid (Sumber Gambar : Nu Online)

Dari TPA Hingga Dirikan Madrasah Tanpa Bebani Santri dan Wali Murid

Pengasuh muda PPNQ, Ustadz Darmaji menuturkan, bahwa TPA PAIT ini diampu oleh dua pengajar utama, yakni Kiai Subur Aditama dan Ny. Siti Amanatun. Pada waktu itu terdapat lebih dari 50-an santri yang ikut belajar mengaji, dari desa asal maupun sekitar. Kajiannya pun terbatas pada waktu sore dan setelah Maghrib.

Desa Teter sendiri adalah basis masyarakat abangan. Tradisi sesajen dan perburuan benda-benda mistis masih banyak dilakukan. Hadirnya TPA PAIT sedikit banyak memberikan pengertian kepada masyarakat tentang agama Islam dan pentingnya mengaji demi bekal masa depan.

Hari Santri 2019

Selain itu, strategi agar masyarakat sekitar bisa menerima keberadaan TPA PAIT adalah pendekatan budaya dan berbaur dan terbuka dan strategi itu masih dilakukan hingga sekarang.

Sekitar tahun 1995-an, mulailah santri-santri berdatangan untuk mukim (mondok) di Pesantren. Namun karena belum ada asrama, para santripun bertempat di ndalem (rumah) bersama dengan keluarga Kiai. 

Hari Santri 2019

Lima tahun kemudian tepatanya tahun 2000-an, santri yang mukim banyak. Tepatnya Pada tahun 2004 jumlah santri mencapai 20an santri mukim, jumlah yang lumayan banyak bagi sebuah pesantren yang belum memiliki nama dan asrama santri.

Berkat tekad dan keyakinan pendiri Pesantren dari hadis Nabi SAW, khairukum man ta’allamal qur’an wa ‘allamahu (Sebaik-baiknya kami sekalian adalah yang belajar al-Qur’an dan mengajarkannya).

Proses untuk mendirikan Pondok Pesantren, pendiri melakukan istikhoroh dan meminta doa restu untuk pendirikan pesantren kepada para masyayikh dan para guru yang ada di daerah. Pada tanggal 5 Oktober 2005, Pondok Pesantren Nurul Qur’an resmi berdiri, berikut dengan surat akta notaris dan pengesahan dari Kemenag Kabupaten Boyolali dan menyelenggarakan pendidikan formal yaitu madrasah dari berbagai tingkatan. 

Sekarang santri yang turut mukim di PPNQ Boyolali berjumlah 230 orang santri. Berkat pertolongan Allah dan kepedulian para donatur, semua santriwan dan santriwati bebas dari biaya pesantren dan biaya makan sehari-hari. 

Selain itu, PPNQ juga memiliki program unggulan yaitu Majelis Sema’an al-Qur’an dan Matan al-Qur’an.

Pembangunan sarana dan prasarana santri sedikit demi sedikit berjalan tanpa membebani para wali. Begitu pula dengan pembangunan kepribadian serta pola pendidikan santri, selalu diadakan evaluasi demi terciptanya Pesantren yang memiliki alumni berkualitas sekaligus berakhlak mulia. (Ahmad Rosyidi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2019 Fragmen, Pendidikan Hari Santri 2019

Hari Santri 2019 - Hari Santri Nasional. Dari TPA Hingga Dirikan Madrasah Tanpa Bebani Santri dan Wali Murid di Hari Santri 2019 - Hari Santri Nasional ini merupakan bukan asli tulisan admin, oleh karena itu cek link sumber.

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Hari Santri 2019 - Hari Santri Nasional sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Hari Santri 2019 - Hari Santri Nasional. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Hari Santri 2019 - Hari Santri Nasional dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock