Jakarta, Hari Santri 2019. Ketua STAIN Ternate Dr Abd Rahman Marasabessy menyatakan, satu-satunya PTAI di Indonesia yang membuka program Islam Nusantara adalah STAINU Jakarta. Ia berharap program yang sama juga diadakan di Ternate.
Demikian disampaikan sejarawan Agus Sunyoto yang juga dewan pakar STAINU Jakarta dihubungi Hari Santri 2019, Senin (13/5). Menurutnya, Prof Muh Zein menyampaikan hal itu dalam seminar internasional bertema "Kearifan Lokal: Mengokohkan Islam Nusantara" yang diselenggarakan oleh Forum Direktur Pasca Sarjana di Ternate, Sabtu (27/4) lalu.
| STAINU Jakarta Pelopor Program Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online) |
STAINU Jakarta Pelopor Program Islam Nusantara
“Hal yang sama disampaikan Direktur Pasca STAIN Ternate Dr Samlan Hi. Ahmad M.Pd. Beliau juga berharap Islam Nusantara dapat dibuka di Pascasrjana STAIN Ternate,” kata Agus Sunyoto.Hari Santri 2019
Seminar internasional itu menghadirkan pembicara antara lain, Prof Dr Dede Rosyada, MA; Prof Dr Masdar Hilmy,MA; Prof Dr Asaril Muhajir, MA; Prof Dr Rahim Yunus,MA; Dr Gufran A.Ibrahim, MA; Dr Abd Rahman Marasabesy,MA; Syekh Mohammad Ahmad Abbas; serta Agus Sunyoto sendiri.Menurutnya, semua pengelola Pascasarjana PTAI se-Indonesia mendukung lokalitas Islam. “Apalagi Indonesia Timur yang sangat kental asimilasi kulturalnya dan menganggap Wahabi sebagai ancaman,” tambahnya.
Hari Santri 2019
Dalam kesempatan itu Agus Sunyoto mempresentasikan makalah bertajuk "Eksistensi Islam Nusantara: Sekitar Faham dan Amaliah Keberagamaan NU".“Semua baru faham bahwa peradaban lslam Nusantara yang diwariskan oleh Walisongo adlah peradaban besar dunia. Syekh Muh Ahmed Abbas waktu itu ingin sekali tahu naskah-naskah kuno tinggalan Walisongo yang penting untuk dikaji secara ilmiah,” demikian Agus Sunyoto.
Penulis: A. Khoirul Anam
Dari Nu Online: nu.or.id
Hari Santri 2019 Aswaja Hari Santri 2019
